Powered by Blogger.
  • Home
  • About BCI
  • About Bipolar
    • Apa Itu Bipolar
    • Referensi
    • Articles
  • Events
  • Gallery
  • Join Us
facebook instagram

Bipolar Care Indonesia


Seorang boss berjalan dengan gagah, mendongakkan kepala dan membusungkan dada. Seolah ia orang paling hebat. Di kantor hanya bisa menyuruh-nyuruh sesuai egonya, tidak mau mendengarkan orang lain, sehingga tidak disukai staff bawahannya. Lama-lama ia stress karena melihat respon orang yang semakin lama semakin tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Secara  fisik ia sehat bugar, terlihat mampu menjalani tugasnya sebagai pemimpin. Tapi apakah jiwanya sehat ? Apa definisi sehat itu ?


UU Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 menyebutkan sehat adalah keadaan sejahtera dari fisik, jiwa, dan sosial, serta produktif secara ekonomi. Sedangkan WHO menyebutkan ada 4 komponen. 3 komponen utamanya adalah sehat fisik, sehat jiwa, dan sejahtera sosial. Lalu ada sehat spiritual sebagai tambahan. Jadi, seseorang yang sehat tidak hanya dilihat dari fisiknya saja. Tetapi jiwa seseorang juga perlu diperhatikan. Sayangnya banyak yang tidak menyadari hal kesehatan jiwa ini.

Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.

Orang yang sehat jiwa dapat mempercayai orang lain dan senang menjadi bagian dari suatu kelompok. Bagi mereka, kehidupan ini penuh arti. Kesehatan jiwa bukan sekedar terbebas dari gangguan jiwa, tetapi merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh semua orang.


Kesehatan jiwa meliputi :

Bagaimana perasaan seseorang terhadap dirinya
Bagaimana perasaan seseorang terhadap orang lain
Bagaimana caranya ia mengatasi stres yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari

       Ciri orang sehat jiwa antara lain :

       # Merasa nyaman dengan dirinya

          - Mampu mengatasi berbagai perasaan seperti marah, takut, senang, dll.
          - Mampu mengatasi kekecewaan dalam kehidupan.
          - Mempunyai harga diri yang wajar
          - Menilai dirinya secara nyata, tidak merendahkan tidak pula berlebihan
          - Merasa puas dengan kehidupan sehari-hari

      # Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain

         - Mampu mencintai dan menerima cinta dari orang lain
         - Mempunyai hubungan pribadi yang tetap
         - Mampu mempercayai orang lain
         - Dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda
         - Merasa menjadi bagian dari kelompok
         - Tidak mengakali orang lain dan tidak membiarkan dirinya diakali orang lain    

   





Tidak ada batasan yang tegas antara orang yang sehat jiwa dan yang terganggu jiwanya. Tetapi terdapat suatu kesinambungan yang disebut derajat kesehatan jiwa ( sangat sehat, sehat, cukup sehat, kurang sehat, sakit ). Tidak semua orang selalu mempunyai ciri jiwa yang sehat sepanjang hidupnya. Setiap orang dapat mengalami berbagai ragam derajat kesehatan jiwa.

Nah, sekarang mari kita sama-sama melihat kedalam diri, apakah kita sudah sehat sepenuhnya ? Tak usah berkecil hati jika ternyata belum sehat sepenuhnya. Banyak orang yang sedang berjuang untuk sehat diluar sana. Hargai dan sayangi sesama dengan proses dan jalan hidupnya masing-masing.


Sumber :

Buku Pedoman Kesehatan Jiwa ( Pegangan Bagi Kader Kesehatan ) 
Kementrian Kesehatan RI, 2011.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Yuk kita ngobrol santai bareng.. : )

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Photo by Jurica Koletić on Unsplash


Gangguan bipolar adalah gangguan mood dimana penderitanya mengalami perubahan mood yang ekstrem antara manik ( senang sekali ) dan depresi ( sedih sekali ). Di satu waktu seorang penderita bipolar bisa merasa sangat gembira lalu di lain waktu merasa sedih bahkan sampai ingin bunuh diri. Kedua hal yang sangat bertolak-belakang tersebut datang silih berganti, kadang ada periode normal diantaranya.
                            
WHO menyebutkan bahwa gangguan bipolar berada dalam urutan ke-6 dalam penyakit utama yang dapat menyebabkan disabilitas di seluruh dunia. Sekitar 5,7 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan bipolar. Atau sekitar 1% dari seluruh populasi di seluruh dunia. Sebanyak 25-50% penderita gangguan bipolar pernah melakukan percobaan bunuh diri paling sedikit sekali selama hidupnya.
                            
Penyebab pasti gangguan bipolar belum diketahui. Diyakini bipolar disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu genetik, biologis, psikologis, dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan.

Gangguan bipolar dapat terlihat berbeda pada setiap orang. Gejala bervariasi dalam pola, keparahan, dan frekuensi. Ada empat jenis episode gangguan mood dalam gangguan bipolar : mania, hipomania, depresi, dan campuran. Sedangkan untuk diagnosis, ada pedoman tersendiri selain melihat gejalanya. Berikut adalah gejala-gejala setiap episode :

Mania

Gembira berlebihan
Mudah tersinggung sehingga mudah marah
Merasa dirinya sangat penting
Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain
Penuh ide dan semangat
Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya
Seperti mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengar
Nafsu seksual meningkat
Menyusun rencana yang tidak masuk akal
Sangat aktif dan bergerak sangat cepat
Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan
Menghamburkan uang
Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan
Merasa sangat mengenal orang lain
Mudah melempar kritik terhadap orang lain
Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari
Sulit tidur

Hipomania

Hipomania adalah bentuk lebih ringan dari mania. Orang-orang dalam keadaan hipomanik merasa gembira, energik, dan produktif, tetapi mereka mampu meneruskan kehidupan mereka sehari-hari dan mereka tidak pernah kehilangan kontak dengan realitas. Untuk yang lain, mungkin tampak seolah-olah orang dengan hipomania hanyalah dalam suasana hati yang luar biasa baik. Namun, hipomania dapat menghasilkan keputusan yang buruk yang membahayakan hubungan, karier, dan reputasi. Selain itu, hipomania sering kali dapat "naik" untuk mania penuh dan terkadang dapat diikuti oleh episode depresi besar.             Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama dengan mania. Gejalanya adalah :

Bersemangat dan lebih berenergi
Banyak ide
Perhatian mudah teralih
Meningkatnya aktivitas
Pikiran menjadi lebih tajam
Daya nilai berkurang
Percaya diri meningkat
Menjadi lebih kreatif
Bersikap optimis
Penurunan kebutuhan untuk tidur

Depresi

Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan
Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas
Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu
Tidak mampu merasakan kegembiraan
Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga
Sulit konsentrasi
Merasa tak berguna dan putus asa
Merasa bersalah dan berdosa
Rendah diri dan kurang percaya diri
Beranggapan masa depan suram dan pesimistis
Berpikir untuk bunuh diri
Hilang nafsu makan atau makan berlebihan
Penurunan berat badan atau penambahan berat badan
Sulit tidur, bangun tidur lebih awal, atau tidur berlebihan
Kehilangan gairah seksual
Menghindari komunikasi dengan orang lain

Campuran

Episode campuran adalah dimana gejala manik dan depresi muncul bersamaan. Penderita bisa merasakan energinya berlebih, banyak ide yang muncul, tetapi merasa putus asa dan sedih. Keadaan seperti itu berbahaya karena seringkali penderita memiliki keinginan untuk bunuh diri dan memiliki banyak tenaga untuk melakukannya. Penderita juga seringkali menggunakan narkoba atau mengkonsumsi alkohol berlebih untuk menenangkan dirinya.



Untuk mendiagnosis seseorang menderita gangguan bipolar atau tidak, terdapat kriteria atau pedoman diagnosisnya tersendiri. Bipolar tidak hanya sekedar mood yang berubah. Tapi selain perubahan moodnya nyata, perubahan tersebut menimbulkan penderitaan terhadap yang mengalaminya, serta membuat fungsi personal, sosial, dan pekerjaannya terganggu.

Pada dasarnya, ada dua tipe bipolar. Bipolar I terdiri dari paling tidak satu  episode manik dan satu episode depresi. Sedangkan bipolar II minimal satu episode hipomanik dan satu episode depresi.

Jika seseorang memenuhi kriteria tersebut, bisa dikatakan ia menderita bipolar. Diagnosa dilakukan oleh ahli seperti psikiater dan psikolog klinis. Nanti dalam perjalanan penyakitnya, siklus, pola, durasi, dan frekuensinya bisa berubah. Ada yang tetap mengalami manik dan depresi bergantian dalam durasi waktu yang lama. Ada juga yang disebut rapid dan ultrarapid cycle dimana pergantian antara manik dan depresi terjadi dalam waktu cepat seperti hitungan minggu atau hari. Setiap penderita berbeda.
                            
Dengan terapi yang tepat, penderita bipolar bisa berfungsi normal tanpa merasakan gejala. Gangguan bipolar tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol penuh walaupun kemungkinan kambuh akan selalu ada. Jika anda, atau orang yang anda kenal mengalami gejala bipolar, segera konsultasikan ke ahli. Psikiater dapat mendiagnosis dan memberikan strategi terapi.
                            
Terapi yang ideal berupa obat dan non-obat. Mengapa perlu diobati, tujuannya untuk menurunkan tingkat keparahan gejala dan mencegah resiko lebih jauh, memperpendek masa sakit, mencegah kekambuhan, dan yang paling penting, adalah agar bisa berfungsi normal kembali.


Sumber :
Mengenal Perasaan Kita ( dipresentasikan dalam acara Kreasi Bipolar ) – dr. Hervita Diatri, Sp.KJ
Pedoman Tatalaksana Gangguan Bipolar – Perhimpunan Dokter Spesialis Kejiwaan Indonesia
http://www.webmd.com/bipolar-disorder/default.htm
http://psychcentral.com/lib/2009/bipolar-disorder-fact-sheet/
http://brfa.avenue.org/BADFactSheet.pdf

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Bipolar Care Indonesia

Commercial Photography

Merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang kesehatan jiwa, mewadahi orang dengan bipolar, caregiver-nya, dan siapa saja yang peduli dengan bipolar. Melakukan edukasi, dukungan, dan aktivitas dengan bimbingan profesional maupun mandiri.

Categories

  • Articles
  • Events
  • Gallery

Follow Us

  • Instagram
  • Facebook

Pages

  • Home
  • About
  • Apa Itu Bipolar ?
  • Referensi
  • Join Us

Blog Archive

  • Mar 2024 (1)
  • Nov 2023 (3)
  • Feb 2022 (1)
  • Jan 2022 (1)
  • Jun 2021 (1)
  • Oct 2020 (2)
  • May 2020 (6)
  • Apr 2020 (1)
  • Mar 2020 (1)
  • Feb 2020 (2)
  • Jan 2020 (1)
  • Dec 2019 (5)
  • Nov 2019 (1)
  • Oct 2019 (2)
  • Sep 2019 (4)
  • Aug 2019 (1)
  • Jul 2019 (1)
  • Jun 2019 (1)
  • May 2019 (4)
  • Apr 2019 (6)
  • Mar 2019 (2)
  • Feb 2019 (3)
  • Jan 2019 (3)
  • Dec 2018 (2)
  • Nov 2018 (3)
  • Oct 2018 (3)
  • Sep 2018 (9)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates