Automatic Negative Thoughts

by - 11:20 PM

Photo by Miguel Á. Padriñán from Pexels

Automatic thoughts atau pikiran otomatis adalah pikiran yang secara otomatis muncul di kepala seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Pikiran ini berisi komentar terhadap hal yang terjadi dan apa yang diakukan. Pikiran ini selalu ada dan sangat penting karena mempengaruhi apa yang seseorang lakukan dan mempengaruhi apa yang dirasakan. Pikiran otomatis inilah yang seringkali membuat seseorang merasa cemas atau depresi. Oleh karena itu, mari kita kenali ciri pikiran otomatis yang ada pada diri kita.

1.      All or Nothing / Black and White Thinking
Dalam menilai sesuatu, pasti bagus sekali atau jelek sekali. Padahal tak ada yang benar-benar pasti, bisa saja sesuatu berada diantara bagus dan jelek. Contoh : Teman saya pernah satu kali tidak membalas chat maka ia jahat dan tidak peduli lagi dengan saya.
2.      Overgeneralization
Melihat satu peristiwa negatif seperti kegagalan yang tak akan berakhir. Contoh : Sekali gagal ujian matematika, lalu menganggap diri gagal juga dalam bidang lain.
3.      Mental Filter
Selalu melihat dari sisi negatif dan mengabaikan sisi positifnya. Contoh : Tidak ada lagi yang peduli pada saya (padahal setiap hari ada yang menanyakan kabar).
4.      Discounting The Positive
Tidak mempertimbangkan pencapaian atau sifat baik dalam diri. Contoh : Saya hanya seorang yang tidak berguna dan tidak memiliki keahlian apa-apa (padahal pernah juara di beberapa lomba).
5.      Mind Reading
Berasumsi bahwa orang lain menganggap saya negatif. Contoh : Penumpang lain di bus ini pasti menganggap saya jelek.
6.      Fortune Telling
Memprediksi bahwa hal buruk akan terjadi. Contoh : Saya pasti kalah di pertandingan bola nanti.
7.      Magnification The Negative
Melebih-lebihkan sesuatu. Contoh : Saya terjatuh di kantin, semua orang pasti melihat dan mengejek saya.
8.      Emotional Reasoning
Berpikir berdasarkan emosi yang dirasa. Contoh : Saya merasa seperti orang bodoh, iya saya benar-benar seorang yang bodoh.
9.      ‘Should’ Statement
Mengkritik diri sendiri / orang lain dengan kata ‘seharusnya’, ‘mestinya’, dll. Contoh : Mestinya saya tidak datang karena semua orang akan menganggap saya aneh.
10.  Labeling
Melabel diri dengan hal negatif. Contoh : Berbuat salah sekali, lalu mengangap diri sebagai sebuah kesalahan / kegagalan.
11.  Blame
Menyalahkan diri sendiri, orang lain, atau sesuatu. Contoh : Saya pasti berkata salah yang membuat dia kesal saya saya (padahal belum tentu dia kesal karena saya).

Setiap orang pasti pernah merasakan pikiran ini. Namun jika kita menyadari berbagai pikiran otomatis yang negatif ini, kita dapat mencoba menggunakan pikiran yang lebih seimbang dan rasional. Sehingga kita dapat mengambil sikap/keputusan lebih baik. Selain itu perasaan kita juga akan lebih nyaman.

Oleh : Vindy Ariella, S.Ked
Dari berbagai sumber

You May Also Like

0 comments